WELCOME TO MY BLOG

Terima Kasih Sudah Berkunjung, Semoga bermanfaat

If opportunity does not come, then create it

Jika kesempatan tidak datang menghampiri, maka ciptakanlah.

If you have only one smile in you, give it to the people you love

The more you like your self, the less you are like anyone else, which makes you unique.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 09 Juli 2017

Mensyukuri Hadiah Ketaqwaan pemberian Allah SWT

Artikel ini di kutip seutuhnya dari website resmi MTA pusat
 
 
Segala puji hanya layak untuk Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada seluruh makhluqnya nikmat Jasmani dan rokhani, dan Allah pulalah yang telah mendidik manusia dengan puasa Romadhon selama satu bulan lamanya, didikan yang terkandung hikmah bahwa dengan cara seperti itulah manusia dapat mensyukuri nikmat rohani berupa nikmat iman dan ketaqwaan. Nikmat Taqwa adalah nikmat Rokhani yang Allah berikan kepada manusia sebagaimana firmanNya

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿١٧﴾ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾


  1. Mereka merasa telah memberi ni`mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni`mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni`mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".
  2. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q S 49 Al-Hujurat ayat 17,18)

Orang awam begitu sangat mudah untuk merasakan hadiah kenikmatan Jasmani, kemikmatan materi, Namun untuk bisa mensyukuri nikmat rokhani harus menjalani hidup di dunia ini seperti halnya ketika manusia mengamalkan amal-amal yang di tuntunkan di bulan Romadhon.

  1. Perlunya meningkatkan Ke ‘Aliman.
Allah SWT menetapkan bahwa yang bisa memiliki rasa takut kepada Allah hanyalah orang ‘alim. Puasa adalah sarana untuk memperoleh taqwa dan ke’aliman, puasa yang benar akan menumbuhkan kecintaan untuk tadarus dan tadabur Al-Qur’an. Puasa dan Tadabur Al-Qur’an akan membawa manusia menjadi semakin ‘alim

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ﴿٢٨﴾


  1. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun. ( Q. S 35 Fathir ayat 28)

Orang berpuasa tanpa mencintai Tadarus dan Tadabur Al-Qur’an tidak akan menambah ke’alimannya, dan tidak akan membuahkan ketaqwaan yang maksimal. Bahkan Nabi Daud pun dengan puasanya maka setiap malam selalu membaca kitab Zabur. Taqwa dan ke’aliman dapat terus dipelihara dengan melestarikan amalan-amalan di bulan Romadhon tersebut.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ ﴿٢٩﴾ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ ﴿٣٠﴾


  1. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
  2. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.(Q S 35 Fathir ayat 29 dan 30)

Banyaknya hiburan-hiburan yang memanjakan hawa nafsu di zaman ini,  sering membuat manusia sangat ringan meninggalkan kebiasaan puasa sunnah dan kemudian diikuti pula dengan tumbuh subur kembali kemalasan dalam menekuni tadarus dan tadabur firman-firman Allah SWT, maka  hilanglah pula  sarana menuju ‘alim dan taqwa.

  1. Mengingat besarnya nikmat IMAN
Allah SWT memberi tahu tentang besarnya nikmat iman dan taqwa, nikmat tersebut dapat menjadikan manusia istiqomah dalam jalan iman dan amal sholih, dan akan membawa kepada keselamatan dan kebahagiaan manusia di Dunia dan di akherat.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ ﴿٩١﴾


  1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Q S 3 Ali imran ayat 91).

Nikmat iman akan membuat manusia hidup dalam jalan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah, dan selalu beramal shalih yang akan menjadi bekal kebahagiaan di akherat. Sebaliknya orang yang tidak punya iman, akan mengisi hidup denga cara memperturutkan nafsu jahatnya dan jauh dari ikhlas beribadah kepada Allah, sehingga ketika di akherat harus menerima balasan atas kejahatannya.

  1. Tahu bahwa Kekafiran adalah sesuatu yang Dibenci Allah SWT.

Seorang anak manusia harus sadar bahwa iman dan taqwa yang diajarkan dalam Islam adalah kebutuhan mendasar bagi keselamatan hidup di Dunia dan di Akherat. Seharusnya manusia selalu berpegang teguh dengan apa saja yang menjadikan iman dan taqwa itu terjaga dalam hatinya. Allah sangat membenci kepada orang-orang kafir di dunia dan di akherat sebagaimana firman-Nya

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿٧﴾


  1. Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu. (Q S 39 Az-Zumar ayat 7)

Ketika manusia diberi iman dan taqwa kemudian tidak dipelihara, maka itu semua tidak merugikan Allah SWT, tapi akan merugikan manusia yang tidak memelihara iman dan taqwa pemberian Allah tersebut. Dan jika manusia memelihara iman dan taqwa pemberian Allah, maka keuntungan akan ada dalam diri manusia, dan Allah Maha Mensyukuri kepada manusia manusia yang serius memelihara iman dan taqwa pemberian Allah tersebut.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِن مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ ﴿١٠﴾


  1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir" (Q S 40 Mukmin ayat 10)

Bila manusia tidak mau menerima keimanan dan ketaqwaan yang Allah berikan lewat jalan Islam, dan mereka tetap mengkufurinya, maka Allah memberi tahu keadaan mereka di akherat kelak, kenapa mereka menolak keislaman dan keimanan yang diberikan di dunia, sehingga mereka sangat menyesali diri. Tapi Allah lebih benci kepada orang kafir lebih dari kebencian orang kafir kepada diri mereka sendiri, kenapa ketika mereka diajak beriman secara Islam tetapi mereka menolak.

قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ ﴿٩﴾ وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١٠﴾


  1. Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".
  2. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (Q S 67 Al Mulk ayat 9 dan 10)

Orang-orang kafir menyesal di akherat, namun penyesalan tersebut adalah penyesalan yang sia-sia. Di akherat bukan lagi waktunya memohon ampun, tetapi adalah saat menerima balasan yang setimpal, mengapa mereka sampai mati tetap saja kafir dan tidak mau beriman kepada Allah seperti yang Allah tuntunkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  1. Penutup
Segala puji bagi Allah yang telah memelihara lahir dan batin manusia agar manusia selamat dan bahagia hidupnya di dunia dan di akherat, Allah telah melengkapi kehidupan dunia dengan berbagai fasilitas ilmu dan materi yang dibutuhkan untuk membangun kesejahteraan hidup manusia di muka bumi. Namun Allah pula yang selalu menurunkan petunjuk agar manusia selamat dan bahagia di dunia dan di akherat.

Puasa Romadhon, sebuah didikan komplit bagi jasmani dan rokhani manusia, namun tentu pendidikan bagi rokhani manusia lebih utama dari pendidikan jasmani, karena jasmani bagaimanapun akan rusak dan musnah, namun rokhani akan kekal dari alam satu kealam berikutnya. Pendidikan di bulan romadhon, pendidikan bagaimana membangun rokhani yang selamat di dunia dan di akherat.

Mari kita selalu berdo’a kepada Allah agar diluar bulan romadhon kita bisa selalu istiqomah menjaga amal-amal yang akan melestarikan iman dan taqwa kita yang telah Allah hadiahkan kepada kita di bulan Romadhon. Semoga Allah menguatkan kita untuk selalu di jalan yang Allah cintai dan selamat dan bahagia dimanapun kita berada, di Dunia, di Alam Kubur, di alam Akherat dan dimanapun. Wallahu a’lam.
 

Rabu, 26 April 2017

Honor dan Ruangan Masih Jadi Problem Utama Perpustakaan Sekolah

Honor dan ketersediaan ruangan masih jadi problem utama bagi pengembangan perpustakaan sekolah di wilayah Pacitan. Fasilitas yang tersedia juga dinilai masih jauh dari standar untuk meningkatkan minat baca siswa.
Anggaran untuk perpustakaan sangat minim, khususnya untuk kegiatan pengembangan koleksi dan pelestarian bahan pustaka. minimnya bahan pustaka baru membuat siswa merasa jenuh dengan koleksi perpustakaan yang itu-itu saja. Seperti halnya yang ada di Perpustakaan Ceria SD Negeri Sidomulyo I Kecamatan Kebonagung. Jangankan untuk menambah koleksi perpustakaan, anggaran untuk penambahan rak buku saja masih belum ada, akibatnya masih banyak buku yang berada di dalam akrdus dan belum diolah karena tidak adanya tempat untuk memajang.
Kenyataan yang ada di lapangan, rata-rata Jumlah buku yang tersedia di perpustakaan sekolah juga masih terbatas. Selain itu, keberadaan perlengkapan berbasis IT juga belum memadai sehingga masih banyak sekolah yang belum bisa mengakses e-book.
Sayangnya, selama ini keberadaan perpustakaan sekolah masih minim perhatian sehingga kemudian didapatkan fakta jika minat baca Indonesia terendah kedua dari 61 negara berdasarkan hasil survey yang dirilis UNESCO pada 2016.

 Siswa-siswi sedang membantu menata dan merapikan buku
di Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Sidomulyo I Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan

Selasa, 28 Februari 2017

Memaknai Ikhlas

Tentang pengertian ikhlas dalam ajaran islam terbagi dalam 2 sudut padang. Pengertian menurut bahasa dan pengertian berdasarkan istilah. Menurut bahasa, pengertian ikhlas artinya tulus dan bersih. Sedangkan menurut istilah, makna dan arti ikhlas adalah mengerjakan suatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Bagi orang yang ikhlas, suatu perbuatan baik tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, apalagi hal itu diharapkannya dari manusia atau orang yang diberi kebaikan oleh kita, melainkan hanya semata-mata ingin mendapatkan rida Allah SWT. Jadi meskipun tidak mendapatkan imbalan apa pun, dan dari pihak mana pun, ia akan tetap melakukan perbuatan baiknya itu.
Ikhlas adalah sikap perbuatan yang timbul karena adanya keinginan sendiri, bukan karena perintah atau paksaan orang lain. Jika mengerjakan sesuatu karena mengharap imbalan dari suatu pihak tertentu maka belum termasuk ikhlas. Misalnya, mengerjakan salat karena ingin dipuji oleh orang tua, orang lain, atau pacar dan mengharap pujian yang lain berarti ibadah salat tersebut tidak ikhlas, bahkan tidak mendapatkan pahala karena termasuk perbuatan "riya".

Sikap ikhlas sangat penting dimiliki oleh setiap muslim, sebab hidup ini akan terasa berat bagi orang yang tidak ikhlas. Namun sebaliknya akan terasa ringan bagi mereka yang berhati ikhlas dan tulus. Selain itu, perilaku ikhlas juga dapat mendatangkan berbagai keuntungan bagi pelakunya.

berikut ini adalah manfaat dan keuntungan dari sikap dan perilaku ikhlas antara lain sebagai berikut.
  • Pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan, sebab dilakukan dengan senang hati dan sepenuh hati.
  • Bekerja tanpa beban dan paksaan karena yang memerintah hati nuraninya, bukan orang lain atau hawa nafsunya. 
  • Semakin banyak berbuat kebaikan, semakin senang hatinya karena telah mampu menolong banyak orang atau pihak.
  • Mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
  • Bebas dari harapan untuk dipuji orang atau disanjung oleh pihak lain.
  • Melakukannya dengan penuh pengabdian.
Allah SWT. menyeru kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, khususnya dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana dalil alam firman-Nya:

 إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ . أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ 

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik) ...." (Q.S. Az-Zumar: 2-3)

Bentuk dan contoh perilaku ikhlas
 
Ikhlas artinya bersih dan tulus dalam melakukan sesuatu, tanpa adanya harapan untuk mendapatkan imbalan dan balasan dari apa yang dikerjakannya itu, selain mengharapkan rida Allah SWT. semata. Ikhlas atau tidaknya seseorang dalam melakukan suatu perbuatan sangat tergantung pada niatnya. Adapun niat itu tempatnya di dalam hati, sehingga keikhlasan seseorang sukar untuk diketahui. Namun demikian, dapat dilihat dari sikap perilaku, ucapan dan tindakannya. Bentuk perilaku ikhlas ada dua, yaitu sebagai berikut.
  • Ikhlas dalam ucapan
Maksudnya ucapan yang disampaikan dengan tulus, tidak mengandung unsur dusta, tidak bermaksud membuat orang lain celaka, dan tidak karena terpaksa, melainkan atas dasar sukarela. Contoh orang yang ikhlas dalam ucapan antara lain ucapan guru yang sedang mengajarkan ilmu kepada murid- muridnya, ticapan orang tua ketika sedang menasihati anaknya, dan ucapan suami yang sedang membimbing istrinya.
  • Ikhlas dalam perbuatan
Maksudnya perbuatan yang dilakukan dengan tulus, tanpa pamrih dan sepenuh hati. Orang yang ikhlas dalam beramal dan berbuat sesuatu, tidak akan merasa terbebani atau terpaksa atas perbuatannya itu. Melainkan ia merasa senang dan gembira telah dapat beramal atau berbuat demikian. Contohnya, memberikan bantuan berupa barang atau jasa pekerjaan kepada orang lain, meskipun terasa berat waktu mengerjakannya, namun tetap dilaksanakannya dengan sukacita, karena senang melakukannya. Selain itu juga, tidak membicarakan perihal bantuannya itu kepada orang lain, apalagi mengungkit- ungkitnya di kemudian hari.
Contoh dan perumpamaan yang nyata bagi perilaku ikhlas dalam perbuatan, ialah ketika kita mau buang air besar. Kita menjalankannya dengan senang hati. Mulai dari berangkat menuju WC, duduk menungguinya sampai tuntas, membersihkannya dengan air, dan meninggalkan apa yang telah kita buang itu tanpa ada rasa penyesalan, dan tidak mengungkit-ungkitnya di kemudian hari.

Demikian juga dengan perilaku ikhlas yang mesti dimiliki oleh setiap muslim. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur'an al karim.

وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ٨ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا  

Artinya: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan (sambil berkata), Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu”. (Q.S. Al-Insan: 8-9)


Nilai-nilai positif dari perilaku ikhlas

Ikhlas dan tulus atas apa yang dilakukan dan diucapkan merupakan sikap terpuji, dan mengandung nilai-nilai yang sangat luhur dan mulia. Nilai-nilai luhur berakhlak ikhlas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  • Tidak mengharapkan imbalan suatu apa pun, kecuali rida Allah SWT. semata.
  • Mengerjakan sesuatu atas kesadaran sendiri, tidak karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak lain.
  • Mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati, tanpa ada rasa sungkan dan malas apalagi meremehkan atas pekerjaannya tersebut.
  • Tidak girang ketika dipuji, dan tidak benci ketika dicela dan dicaci.
  • Bersedia menerima masukan, saran, dan kritik dari orang/pihak lain dengan senang hati.
Cara membiasakan diri berperilaku terpuji ikhlas
Bersikap perilaku ikhlas merupakan suatu perbuatan yang amat terpuji dan harus dipegang teguh oleh setiap muslim. Oleh sebab itu, hendaknya kita mulai membiasakan diri berperilaku ikhlas dalam setiap ucapan dan perbuatan Berperilaku ikhlas sesungguhnya tidak sulit, jika terasa berat itu hanyalah bisikan setan yang selalu menggoda manusia agar tidak melakukan perbuatan baik. Jadi hendaknya kita berlatih sejak saat ini, agar kelak menjadi terbiasi berakhlak ikhlas.
Dalam upaya membiasakan diri berakhlak ikhlas, ada baiknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut ini.
  • Tanamkan kesadaran dalam hati bahwa apa pun yang kita miliki hakikatnya hanya titipan dari Allah.
  • Hendaknya meluruskan niat pada setiap melakukan suatu amal perbuatan, semata-mata hanya ingin mendapatkan rida Allah SWT.
  • Dalam beramal jangan pilih kasih, melainkan semua orang harus dipandang sama.
  • Lupakan setiap amal kebaikan yang telah dilakukan, agar tidak memiliki rasa angkuh dan sombong.
  • Berdoalah kepada Allah SWT. agar diberi kekuatan dalam berakhlak ikhlas.

Senin, 30 Januari 2017

Seorang Tamu Melakukan Pencurian di Guest House Kraton Mas

Kejadian pencurian terjadi di salah satu Guest House yang terletak di Kecamatan Pacitan Kota. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (28/1/2017) sekitar pukul 10.00 WIB di Guest House yang terletak di Jalan MT Haryono nomor 57 Pacitan.
 
Informasi yang diterima dari Saudara Yhosa salah satu pegawai disana, menyebutkan peristiwa  tersebut diketahui setelah Yhosa bersama Eka karyawan Guest House Kraton Mas mengetok pintu salah satu tamu karena sudah mendekati waktu check out.

Awalnya karyawan mengira tamu masih terlelap tidur, atas inisiatif Yhosa meminta Eka untuk mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar tersebut. Ketika pintu terbuka kamar sudah dalam keadaan kosong dan karyawan mendapati satu unit TV LCD dan sejumlah uang di kasir Guest House Kraton Mas raib. 

Tamu tersebut berdasarkan identitas yang diberikan kepada pihak Kraton Mas bernama Tio Shandy Putra Sakti berdomosili di Gunung Sahari Jakarta Pusat.

Ketika Yhosa salah satu karyawan disana mencoba menelusuri tamu tersebut melalui mesin penelusuran Google, didapati keterangan bahwa tamu tersebut adalah seorang residifis dengan kasus penipuan yang dilakukannya terhadap beberapa orang pada tahun 2014 dan sempat divonis 1,5 tahun penjara atas dakwaan tersebut.

Saat ini, kasus pencurian di Guest House Kraton Mas tersebut ditangani pihak kepolisian

 
Kartu Pengenal Tamu yang mencuri barang berharg
 di Guest House Kraton Mas Pacitan

Senin, 19 Desember 2016

Wisata Murah Meriah Menyenangkan di Agrowisata Pacitan (Taman Teknologi Pertanian)

Pacitan, selain dikenal memiliki destinasi wisata alam yang luar biasa indah juga memiliki sebuah lokasi wisata baru yang bisa menjadi salah satu tujuan anda bila berkunjung ke Pacitan. Sebetulnya objek yang satu ini bukan murni sebagai objek wisata komersil, akan tetapi sebuah laboratorium pertanian, yang mana siapa saja bisa masuk dan menikmati suasana serasa di agrowisata. Pengunjung juga bisa memetik dan membeli langsung hasil pertanian yang ada disini, serta pengunjung bisa membeli dan melihat pengolahan hasil pertanian disini yang diolah menjadi berbagai macam makanan ringan, oleh-oleh, minuman dan lain sebagainya. Selain dapat membeli hasil olahan pertanian, pengunjung juga diperbolehkan membeli bibit tanaman yang disediakan di lokasi ini.
Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pacitan ini terletak pada areal lahan aset Pemerintah Kabupaten Pacitan seluas 6,8 ha di Desa Ngadirejan Kec. Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan, Pembangunan Taman Teknologi Pertanian ini sangat tepat untuk mendorong para petani agar memperbaiki teknologi usaha taninya. Mengingat PDRB sector pertanian di Kabupaten Pacitan masih dominan, yaitu sekitar 2,4 Trilyun rupiah (27,9%)
Selain fokus inovasi pertanian di lahan kering, TTP Pacitan juga menjadi tempat pembibitan sapi potong aneka kacang dan industri jeruk berbasis pendidikan bisnis agrowisata. Selain mengembangkan produk pertanian, TTP Pacitan juga memiliki fasilitas produk unggulan. Seperti, olahan hasil pertanian menjadi makanan ringan, olahan buah buahan menjadi minuman segar hingga produk pakan ternak.
TTP Pacitan sendiri merupakan sarana untuk mensosialisasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan diresmikannya TTP Pacitan diharapkan mampu sebagai pemacu peningkatan produksi pertanian dengan mengaplikasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Kementan oleh petani di Pacitan.
TTP merupakan pusat pengembangan pertanian yang telah dikembangkan oleh Balitbang Pusat di 19 wilayah. Dan Di Jawa Timur terdapat 2 tempat yaitu Lamongan dan Pacitan. Untuk Lamongan TTP berbasis jagung dan Sapi, untuk di Pacitan sendiri berbasis pengembangan padi jenis Parigogo yang beriklim kering.

Berikut Foto yang berhasil saya dokumentasikan ketika berkunjung 
ke TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN PACITAN































TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN PACITAN
Bisa dijadikan salah satu alternatif wisata keluarga di Pacitan









Senin, 07 November 2016

Sebuah Kisah, Sebuah Kenangan Mbak Anita

Seperti petir yang tiba-tiba menggelegar di siang yang panas terlalu berlebihan ya? :-)  hehe... Tapi kurang lebih seperti itulah ketika tiba-tiba tanpa ada basa basi sebelumnya salah seorang teman seperjuangan di sekolah tempat kami "belajar" mengaplikasikan ilmu.
Dalam kebersamaan kurang lebih 5 tahun tiba-tiba mbak Anita memutuskan untuk mengundurkan diri, hal ini dikarenakan beliau diterima ditempat kerja baru yang memang sesuai dengan bidang yang digelutinya saat kuliah.
Waktu 5 tahun bukan waktu yang singkat untuk sekedar memberikan catatan kenangan indah ketika menjadi rekan kerja. Apalagi sebagai orang yang terkenal jahil, mbak Anita sering jadi korban kejahilanku dan endingnya hanya senyum gregetannya yang menjadi balasan dari kejahilanku. Selamat bertugas ditempat baru mbak Anita, semoga silaturahmi diantara kita semua dapat selalu terjaga.

Tribute to our Friendship.





















Tribute to ANITA RATNASARI, ST